Home / BERITA TERBARU / Proyek P3-TGAI di Legok Sukamaju Diduga Mengunakan Batu Kali Bekas

Proyek P3-TGAI di Legok Sukamaju Diduga Mengunakan Batu Kali Bekas

Tanggerang (GMNews) – Proyek pembangunan irigasi dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kp. Legok Desa Sukamaju Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten mendapat sorotan.

Proyek irigasi senilai Rp195 juta bersumber dari APBN yang merupakan program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi itu diduga dikerjakan dengan mengunakan bahan material lama seperti halnya pemasangan batu kali dari bagunan lama kemudiann di bongkar dan di pasang kembali. Pembangunannya dilakukan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Saat awak media mendatangi lokasi pembangunan irigasi yang sudah selesai di bangun dan kami mengecek kebenaran yang di sampaikan oleh narasumber yang tidak mau disebutkan namanya kami awak media menemukan adanya pemasangan batu kali atau material yang sudah lama dan di daur ulang menurutnya hampir tujuh puluh persen menggunkan material yang sudah lama menurut narasumber kami pengiriman material batu kali cuman satu mobil saja padahal anggaranya sangat besar kalau ini rehab mungkin masih bisa diterima oleh narasumber dan pekerjanya diduga dibayar murah ini saja sudah membuktikan dan diduga pekerjaan tidak sesuai dengan yang tertera di papan informasi proyek.

“Sekarang saya tanya apakah boleh pembangunan Irigasi yang di bangun di desa legok sukamaju kecamatan kemiri di dalam pemasangan batu kali atau material yang sudah lama kemudian di daur ulang dan di gunakan lagi kalau sedikit sih boleh-boleh saja misalnya kekurangan tapi ini menurut saya hampir tujuh puluh persen menggunkan material yang sudah lama itu menurut saya dan yang saya tau pengiriman material batu kali cuman satu mobil sekarang apa mungkin cukup untuk membangun irigasi seukuran itu dengan satu mobil batu kali padahal anggaranya sangat besar kalau ini rehab mungkin masih bisa diterima oleh saya dan pekerjanya diduga dibayar murah ini saja sudah membuktikan dan diduga pekerjaan tidak sesuai dengan yang tertera di papan informasi proyek.

Awak media coba mendatangi salah satu pekerja proyek yang mengerjakan Proyek Pemasangan Bangunan Irigasi dan berhasil kami temui serta mengungkapkan kepada awak media mereka mengakui mereka hanya di suruh apa yang di suruh kepada mereka. ” Bang kita mah orang kerja apa yang di suruh ya kita kerjakan, katanya suruh pake material yang ada ya saya pasang, kalau masalah batu kali yang bekas kita suruh bongkar terus pasang lagi ya saya mah orang kerja yang penting kerjaan rapih terus selesai di bayar” ungkap tukang.

Dilokasi yang berbeda awak media coba menemui dan meminta keterangan kepada Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan kebetulan merangkap sebagai salah staf desa legok sukamaju kecamatan kemiri dan mengatakan bahwa pemakaian dan pemasangan batu kali yang bekas itu diperbolehkan dan ada aturanya dari balai besar dan pada saat kami singung terkait upah pekerja pihaknya mengatakan itu menjadi urusanya dan tidak akan menceritakanya.

“Betul saya ketua P3A emang kenapa terkait pembangunan itu saya sudah tahu narasumbernya siapa kemarin juga saya dapat laporan dari sekertaris saya bahwa ada media yang me whats App katanya nayain proyek irigasi bilang dia suruh datang aja kesaya bodoh itu orang, saya jelaskan terkait pemasangan batu kali bekas itu ada aturanya dan diperbolehkan oleh balai besar untuk di pasang kembali saya juga tidak mungkin berani kalau tidak disuruh oleh balai besar, karena pembongkaran batu / itu tidak dibayar” Ungkapnya

(Arif Baret)

Check Also

Gubernur Arinal Djunaidi Menerima Penghargaan Digital Government Award Kategori Penguatan Kebijakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektroni

Jakarta, (GMNews) — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menerima  Penghargaan Kategori Penguatan Kebijakan SPBE dalam Acara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *