Home / BERITA TERBARU / Perselisihan Ketua PP Waykanan dan Jurnalis Berakhir Damai

Perselisihan Ketua PP Waykanan dan Jurnalis Berakhir Damai

LAMPUNG UTARA (GMNews) – Perdamaian merupakan wujud dari suatu ikatan silaturahim menurut ajaran agama, karena perdamainan dapat menciptakan satu kerukunan, baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat, antar umat beragama, birokrasi maupun organisasi, hingga berbangsa dan bernegara.

Berbeda pendapat, salah dalam ucapan ataupun penyampaian, baik dalam sikap dan tatacara atau etika kultur dalam bergaul dengan sesama maupun di dalam membangun sebuah birokrasi dan organisasi hingga berujung perselisihan, apabila disadari dengan akal fikiran yang cemerlang dan disikapi dengan hati nurani yang tenang, Insya Allah pastikan timbul suatu perdamaian, sama seperti polemik antara dua insan, yakni perselisihan antara Ketua ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Way Kanan Herman dengan salah seorang oknum jurnalis Eprizal, Minggu (22/3/2020).

Polemik antara oknum Ketua Ormas Kabupaten Way Kanan Herman dengan salah satu oknum Jurnalis bernama Eprizal sempat viral di sosial media, hingga berujung aksi damai oleh sejumlah lembaga pers di Kabupaten Lampung Utara, mendesak kepada pihak penegak hukum agar dapat menindak tegas terhadap pelaku tindak kekeras terhadap oknum jurnalis eprizal yang memberitakan salah satu SDN di Kabupaten Waykanan. Singkat kata akhirnya pihak penegak hukum merespon tuntutan insan pers. Selama dalam proses pencarian, Herman pun dapat di amankan oleh jajaran Polres Lampung Utara beberapa hari lalu.

Pasca penangkapan Herman, hasil rembuk mufakat antar keluarga kedua belak pihak disaksikan tokoh masyarakat, tokoh agama dan kuasa hukum kedua belah pihak, akhirnya perselisihan antara Herman dengan Eprizal menuai kemufakatan untuk berdamai secara kekeluargaan. Sehingga hasil perdamaian tersebut disampaikan kepada pihak penegak hukum yang pada ahirnya terduga pelaku penganiayaan atas nama Herman dapat dibebaskan secara bersyarat oleh pihak kepolisian Polres Lampung Utara.

Saat dikonfirmasi, Herman mengaku bersalah dan menyesal telah berbuat suatu hal yang tidak baik kepada Eprizal, ia menyampaikan permohonan maafnya kepada Eprizal. Begitupun sebaliknya, Eprizal dengan tangan terbuka menerima dan menyambut baik permohonan maaf Herman.

“Atas kejaian ini saya mohon maaf lahir dan batin Zal, ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kita berdua, dan untuk kita semua, agar kedepannya kita dapat lebih baik lagi,” kata Herman.

Di tempat yang sama Eprizal juga menyampaikan apresiasinya terhadap Herman yang telah berani menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kecerobohannya.

“Saya salut sama Bang Herman,” ungkap Eprizal.

Sementara kuasa hukum Herman, Syahbudin Hasan, mengapresiasi langkah bijak yang di ambil penegak hukum Polres Lampung Utara yang telah melaksanakan proses dan prosedur hukum yang telah di tetapkan sesuai dengan UU yang berlaku. Karena menurutnya semua permasalahan apabila masih ada kesempatan untuk di selesaikan secara kekeluargaan ya di selesaikan, tidak semua permasalahan yang harus masuk ke persidangan dan memenjarakan sesama kita waraga negara Republik Indonesia, selagi masalah itu masih bisa di selesaikan secara kekeluargaan.

“Terima kasih kepada polres dan pak kapolres yang telah bersedia memaklumi dan menerima perdamaian antara Herman dan Eprizal, dan mudah-mudahan kedua belah pihak ini dapat menjadi satu keluarga dan sewarian,” pungkas Syahbudin.

(*)

 266 total views,  3 views today

Check Also

Anggota DPRD Lambar Minta Pemerintah Siapkan Skema Bantuan Akibat Covid-19

LAMPUNG BARAT (GMNews) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Barat Nopiyadi meminta pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *