Home / BERITA TERBARU / Pemkab Lampung Timur Tetapkan Tanggap Bencana

Pemkab Lampung Timur Tetapkan Tanggap Bencana

LAMPUNG TIMUR (GMNews) – Pemerintah Lampung Timur menggelar jumpa pers terkait evendemi virus Corona (Covid-19) di aula atas, Selasa (17/3/2020).

Bupati Lamtim, Zaiful Bokhari mengatakan, menyikapi arahan Presiden dan Gubernur Lampung, Pemkab Lamtim menetapkan tanggap bencana Covid-19. Pemkab sudah membuat surat edaran yang disampaikan kepada pelaku industri, usaha pariwisata, pengiriman migran Indonesia, kades, pendidikan PAUD hingga SMA.

Terkait pelaku industri, semua pelaku industri di Lamtim melakukan hal yang sama dalam pencegahan. Sedangkan, terkait proses belajar mengajar sejak tanggal 17–30 Maret 2020, para siswa untuk sementara belajar di rumah. Terkecuali bagi pelajar SMP yang melaksanakan ujian sampai Kamis. Namun sementara habis selesai ujian mereka belajar di rumah.

“Saya meminta kepada seluruh warga di Lamtim jangan panik,” ujar Bupati Lamtim.

Dia melanjutkan, pemkab sudah membentuk gugus tugas sesuai edaran bupati tanggal 16 Maret 2020. Pemkab menyediakan call center 085369946789 untuk pengaduan masyarakat.

“Terkait dengan gugus tugas, bahwa kita telah menetapkan rencana operasional percepatan penanganan Covid-19, mengkoordinir kegiatan, melakukan pengawasan, mengarahkan SDM, melaporkan pelaksanaan, itu terkait gugus tugas,” kata Zaiful Bokhari.

Zaiful Bokhari menambahkan, bahwa jajaran Dinkes Lamtim akan melakukan survei yang lebih ketat terhadap TKI dari luar negeri. Dinkes akan melakukan cek termodetektor kepada TKI atau warga yang apabila mencapai suhu badan 38 derajat celcius maka akan dilakukan pemeriksaan secara khusus.

“Dinkes memperbanyak dan menganjurkan membersihkan/mencuci tangan, gerakan PHBS. Dinkes menyetok 1.500 kotak masker, OPD diminta menyediakan alat pengukur suhu dan RSUD Sukadana menyiapkan tim medis apabila ada pasien dicurigai terkena Corona dari puskesmas selama 1×24 jam, maka ditempatkan di ruang isolasi,” paparnya.

Pemkab Lamtim juga menyediakan rujukan ke RS di Bandarlampung, Lamteng, Tuba dan Metro.

“Kami juga membatasi jam jenguk pasien yang dicurigai terkena Covid-19 agar lebih ketat. Keluarga pasien diperiksa alat termodetektor, itu langkah RSUD Sukadana. Insya Allah, warga Lamtim terbebas virus Corona,” jelasnya.

Mulai Selasa kemarin, Pemkab Lamtim meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan, Dinkes mensosialisasikan ke warga, puskesmas, dan RSUD.

“Semua kades diharapkan berperan aktif melaporkan melalui pos terdekat atau call center,” imbaunya.

Sementara itu, Kadinkes Lamtim dr Nanang Salman menyatakan, data sebelumnya terdapat 368 warga dipantau oleh Pemkab Lamtim. Untuk saat ini meningkat menjadi 551 warga yang dipantau.

“Datanya berubah-rubah. Sebagian sudah terpantau, dan pengawasan 125 orang. 398 orang yang terdata, bahwa mungkin ada yang belum tercatat. Untuk masker, langka karena situasi panik begini. Bahkan ada oknum sendiri. Kami memaksimalkan masker yang ada karena, bagi masyarakat bisa meminta ke puskesmas, yang masker ini untuk yang sakit. Karena yang sehat tidak terlalu bermanfaat. Stok semaksimal mungkin kita bagikan,” ujarnya.

(mn)

 125 total views,  2 views today

Check Also

ACT Salurkan Bantuan Bahan Pokok untuk Warga Terdampak Puting Beliung Braja Selebah

LAMPUNG TIMUR (GMNews) – Pasca kejadian angin puting beliung di Dusun IV Margasuka 2 Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *