Home / BERITA TERBARU / Alumni 95 FH Unila dan Junior, Berkolaborasi Pada Team Kompetisi Peradilan NMCC 

Alumni 95 FH Unila dan Junior, Berkolaborasi Pada Team Kompetisi Peradilan NMCC 

Bandar Lampung (GMNews)- Alumni 95 FH Unila dan Junior, Berkolaborasi Pada Team Kompetisi Peradilan NMCC

SKI | Bandar Lampung – Memperhatikan kepentingan untuk mempersiapkan generasi Penegak Hukum yang Berkepribadian dan cinta tanah air, para senior

Alumni Fakultas Hukum (FH) Unila 95 berkolaborasi dengan Juniornya pada Team Delegasi perlombaan “National Moot Court Competition” (NMCC) yakni Kompetisi Peradilan Semu yang memperebutkan Piala Jaksa Agung RI, di Badiklat Kejaksaan RI di Jakarta, pekan depan Sabtu-Minggu, tanggal 21-22 Januari 2023.

Para delegasi yang akan mengikuti lomba NMCC mulai melakukan simulasi di ruang sidang Pengadilan Negeri Tanjung Karang, setiap hari Sabtu dan Minggu.

Susunan formasi yang terbentuk mendekati sempurna, personil tersebut terdiri dari Ilham Nur Pratama Formatur delegasi NMCC, Adhitya Miasa Sengaji Ketua delegasi NMCC.

Team Delegasi Lampung ini akan mengusung perkara tema “Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian uang”.

Untuk di ketahui para peserta delegasi memainkan peran sebagai Majelis Hakim, penuntut umum, Peasehat Hukum, hingga panitera, serta Ahli dan tedakwa.

Para Alumni FH Unila 95, Maya Safira selaku pembimbing Akademis Dosen FH Unila, Effi Harnida selaku Penuntut Umum pada Kejati Lampung, berkomitmen

“Kami, alumni FH 95 sangat mendukung terselenggaranya NMCC, dan kami akan mensupport para junior, kami yang juga dari FH Unila akan mengikuti lomba tersebut” ujar Effi Harnida, SH.MH

Kompetisi Peradilan Semu atau NMCC, merupakan kegiatan simulasi proses peradilan, dimana mahasiswa perguruan tinggi dibidang ilmu hukum dapat mengaplikasikan, dan melatih kemampuan teoritis dalam bidang hukum acara kesuatu bentuk pembelajaran yang nyata guna perkembangan hukum dimasa yang akan datang.

Simulasi kegiatan peradilan bagi Mahasiswa dan mahasiswi pada perguruan tinggi hukum, dapat mengaplikasikan dan melatih kemampuan teoritis dalam bidang hukum acara ke dalam suatu bentuk pembelajaran yang nyata atau praktik persidangan yang sesungguhnya.

Hal ini sangat bermanfaat bagi Mahasiswa FakultasHukum di masa datang.

Dalam kompetisi tersebut, Anggota Team sepakat dengan tema pilihan “Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi dan pencucian uang”.

Hal ini dianggap paling tepat, karena perkara Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang, masih menjadi fenomena Negatif bangsa ini,” kata Effi Harnida.

Alumni Pasca Sarjana FH Unila ini juga menyebutkan secara umum perilaku menyimpang masyarakat seperti tindak pidana kriminalitas Korupsi dan Pencucian uang terus meningkat saat ini.

“Bahkan hal ini dapat berujung dengan hilangnya kepercayaan rakyat terhadap lembaga negara, khususnya APH,

Yang disebabkan korupsi yang terjadi pada lembaga-lembaga negara, dan hal ini sangat meruntuhkan kepercayaan masyarakat, termasuk kepada penegak hukum,” kata Effi.

Korupsi adalah penyebab utama ketidak seimbangan finansial suatu negara.

“Karena pelaku korupsi mencuri uang yang sejatinya adalah milik masyarakat, yang akan dipergunakan untuk finansial suatu negara, Jika Korupsi terjadi, akan berdampak dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi dan Investasi,” ulas Effi.

Dari sisi Negara, prilaku korupsi dinegara Indonesia akan menyebabkan para investor asing akan hilang kepercayaan untuk menanamkan modal.

Kondisi ini mempersulit pembangunan ekonomi, meningkatnya utang negara, dan negara tidak dapat menyiapkan anggaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum.

Solusinya, kata Effi, selain pendidikan moral, juga diperlukan kerja sama semua pihak, termasuk antara lembaga nasional dengan lembaga lainya, guna memberantas tindak pidana korupsi.

“Guna mencapai Indonesia bebas korupsi, pemerintah telah melakukan beberapa strategi, diantaranya meliputi pencegahan, penindakan, dan pengembalian aset,” ujarnya.

Menanamkan moral yang baik serta pembelajaran dalam mencapai pembentukan supremasi hukum, adalah bagian dari bentuk pencegahan prilaku korupsi.

“Dengan memberikan pemahaman serta pendidikan moral mengenai anti korupsi, yang bertujuan, agar nantinya generasi emas Indonesia ditahun 2045,” tegasnya.

“Sebagai calon penengak hukum, diharapkan dapat mewujudkan penegakan hukum Indonesia yang mampu menciptakan cita-cita hukum, yaitu kepastian hukum, menegakan keadilan sertamendapatkan kepercayaan masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di negri Republik Indonesia tercinta ini,” pungkasnya.

Check Also

Pesantren Darul Ulum Tanggamus Membuka peluang Bisnis Hinga Panen Perdana Usaha Ayam Broiler, Hasilkan Rp80 Juta

TANGAMUS. GMNews Pesantren Darul Ulum Gunung Batu, Margoyoso Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung sukses mengembangkan budi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *